back2
Stack
3Stack

Forum Negarawan Muda adalah wadah berkumpul, sinergi dan pengembangan diri para pegiat gerakan belajar merawat Indonesia melalui berbagai aktivitas kontributif di masyarakat

TUJUAN #1

Pengembangan Negarawan Muda dari aspek karakter dan kompetensi agar terbentuk sosok negarawan yang mampu menjawab tantangan bangsa

TUJUAN #2

Mewadahi aktivitas SDM berkarakter negarawan sebagai ruang tumbuh dan berbagi guna mengoptimalkan kontribusi kepada masyarakat

TUJUAN #3

Mendorong Negarawan Muda agar dapat menempati posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

TUJUAN #4

Membangun dan mengembangkan jaringan strategis guna mengoptimalkan kontribusi kepada masyarakat

“Nelson Mandela mantan Presiden Afrika Selatan pernah berkata bahwa berkuasa atau tidak berkuasa itu bisa sama saja nilainya. Seorang presiden yang ketika berkuasa tidak menjaga integritasnya maka ia tidak punya kemuliaan”

Eep Saefulloh Fatah
Eep Saefulloh Fatah

“Pancasila cepat atau lambat akan menjadi kalimatun sawa, titik temu keragaman yang menyatukan bangsa ini. Pengambilan keputusan dalam kehidupan berbangsa harus melalui proses musyawarah”

Yudi Latief, Ph.D
Yudi Latief, Ph.D

“Suku bangsa diibaratkan sebagai kaki-kaki yang menopang keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia. Lahirnya Indonesia dapat dilihat sebagai komunitas terbayang, sehingga membangun Indonesia itu adalah sebuah cita-cita kolektif kita bersama”

Prof. Komaruddin Hidayat
Prof. Komaruddin Hidayat

“Nasionalisme itu alat perjuangan kaum muslim melawan penjajahan. Hubbul wathon minal iman, cinta negara itu sebagian dari keimanan. Nasionalisme Indonesia itu adalah anak kandung dan hasil dari perjuangan umat Islam”

Muhammad Jazir ASP
Muhammad Jazir ASP

“Bung Karno pernah berkata, seekor rajawali tidak akan menjadi burung nuri walau dipenjara. Hal ini berbeda dengan orang yang selalu meneriakkan jargon revolusi mental tetapi tidak punya karakter, tetap saja ia akan menjadi burung nuri”

 Yudi Latief, Ph.D
Yudi Latief, Ph.D

“Ada hukum alam yang tidak bisa dilawan, menjadi presiden adalah sesuatu yang berbeda dengan menjadi gubernur atau walikota. Jika tidak belajar cepat Jokowi akan ketinggalan”

Eep Saefulloh Fatah
Eep Saefulloh Fatah

“Nilai dan praktek demokrasi sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, tetapi kita miskin negarawan sehingga demokrasi kehilangan wisdom dan esensinya. Yang menonjol adalah perebutan kekuasaan antar elite parpol sehingga agenda negara untuk mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat secara merata masih jauh”

Prof. Komaruddin Hidayat
Prof. Komaruddin Hidayat

“Partai kembali menjadi dinasti politik, sekarang adalah para darah biru yang berkuasa di partai-partai politik, tanpa sadar kita kembali lagi pada zaman feodalisme politik”

Muhammad Jazir ASP
Muhammad Jazir ASP

“Bumi, air dan kekayaan alam adalah milik negara. China boleh saja investasi tetapi kedaulatan tetap milik Indonesia, investasi tidak boleh mendikte kedaulatan negara kita”

Yudi Latief, Ph.D
Yudi Latief, Ph.D

“Saya kagum dengan Bung Hatta ketika ia membuat pledoi pembelaan yang berbunyi hanya ada satu tanah airku, dimana tanah air itu hanya tumbuh dengan tindakan nyata yang kita perbuat”

Eep Saefulloh Fatah
Eep Saefulloh Fatah

“Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang melayani, menginspirasi dan memberikan keteladanan. Kita membutuhkan pemerintahan yang bersih, kuat dan cerdas. Indonesia ke depannya membutuhkan anak-anak muda yang berintegritas untuk memperbaiki partai politik dan birokrasi pemerintahan, karena proses bernegara itu sesungguhnya adalah proses berkonstitusi”

Prof. Komaruddin Hidayat
Prof. Komaruddin Hidayat

“Jika kita melihat kembali bunyi Pembukaan UUD 1945 disana tercatat, mengantarkan rakyat ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Artinya para pendiri bangsa ini ingin mengatakan bahwa perjuangan bangsa Indonesia belum selesai, perjuangan di alam kemerdekaan itu baru saja dimulai”

Yudi Latief, Ph.D
Yudi Latief, Ph.D

“Jangan-jangan sekarang kita hanya berhasil memilih “presiden”, tetapi gagal dalam memilih pemimpin”

Prof. Komaruddin Hidayat
Prof. Komaruddin Hidayat

“Satu-satunya negara di dunia yang dalam konstitusinya memiliki misi cita-cita membebaskan penjajahan di atas dunia hanyalah Indonesia. Hal itu menggambarkan misi nubuwwah kenabian, yaitu memerdekakan, dikarenakan penjajahan itu adalah bentuk perbudakan antar bangsa”

Muhammad Jazir ASP
Muhammad Jazir ASP

“Kita seharusnya bersikap mandiri dalam menentukan kebijakan apapun, bukan merupakan pilihan Washington ataupun pilihan Beijing. Seharusnya pemerintah menjunjung kedaulatan rakyat dan bukannya kedaulatan pemodal asing”

Yudi Latief, Ph.D
Yudi Latief, Ph.D

GALERI FNM

VIDEO FNM

Copyright © 2015. Forum Negarawan Muda. Developed by NDS. All Rights Reserved
enfoldwplk