Gado-Gado: Kebhinekaan Menunggal Ika

Oleh: Anam Lutfi

Gado-Gado, pelajaran tentang makna kebhinekaan sebagaimana harapan bangsa-bangsa di dunia. Dalam gado-gado dapat kita jumpai ada ketupat, sayuran, ketang, telur, dan pemersatunya adalah bumbu kacang. Kebhinekaan dalam kehidupan merupakan sebuah fakta atau realitas yang tidak dapat dihindari, bahkan secara detailpun tidak ada manusia didunia ini yang sama persis atau pasti berbeda. Berangkat dari fakta ini tentunya perlu kita meramu supaya kebhinekaan menjadi berarti dalam kehidupan, sebagaimana lezatnya gado-gado.

Negara Indonesia, sejak 1945 telah mendeklarasikan sebagai negara yang berbhineka, sehingga dalam semboyan negarapun menjadi Kebhinekaan Tunggal Ika. Tentu para founding fathers tidak sembarang dalam memilih semboyan tersebut. Kebhikeaan Tunggal Ika bermakna bahwa berbeda-beda dapat menjadi satu, bersatu. Ada pertanyaan yang muncul apa yang berbeda? Bagaimana mempersatukan? Dan bagaimana kalau bersatu?

Perbedaan setiap elemen kehidupan adalah kodrat yang nyata dan inilah yang perlu disadari, menyadari tentang perbedaan adalah sama halnya dengan meneguhkan jati diri dalam setiap insan. Sebagaimana gado-gado, kita harus meneguhkan apakah peran kita dalam kehidupan sebagai telur, sayur, ketupatan, atau bumbu kacang. Peneguhan jati diri inilah yang membawa dampak pada status kewajiban dan hak kita dalam kehidupan. Peneguhan ini juga akan memungkinkan untuk melahirkan komunitas-komunitas kehidupan dengan berbagai macam latar belakang. Kalau hanya sayuran berdiri sendiri, ketupat menjadi ketupat tanpa yang lain, tentunya gado-gado yang diimpikan tidak dapat kita rasakan. Inilah sikap dasar manusia yaitu makhluk sosial, tidak berdiri sendiri karena sikap yang saling membutuhkan. Kesadaran inilah yang perlu dibangunkan dari setiap elemen bangsa ini, memaksimalkan potensi diri, suku bangsa, ras, agama dan elemen kebangsaan lainnya untuk meneguhkan dan terangkai dalam gado-gado, Nusantara, Indonesia.

Pemersatu dalam kebhinekaan gado-gado adalah sambal kacang, karena dengan sambal kacang tersebut semuanya bisa berhubungan. Sambal kacang dalam kehidupan adalah sebuah nilai kehidupan yang menyatukan, dalam kehidupan ini nilai yang berlaku di semua dunia adalah nilai kemanusiaan. Nilai kemanusiaan sebagai pemersatu, melalui peneguhan diri kita dapat mengambil tidak ada yang paling hebat, sehingga dengan kesewenangannya menghancurkan yang lain, memonopoli yang lain. Nilai kemanusian bersamaan dengan etika dan moral kehidupan yang setiap komunitas, suku bangsa, ras, dan agama anut, dengan landasan persamaan rasa kemanusiaan ini kita dapat meneguhkan manusia yang adil untuk dirinya, adil untuk manusia yang lain sehingga menjadi manusia yang beradab.

Apakah hal ini mudah untuk dilakukan? Secara optimis ini adalah mudah, namun tidak dapat dinafikan hal ini tidak mudah. Karena dalam ketidakmudahaan pasti bersamaan dengan kemudahan. Kemudahan yang dapat diwujudkan adalah kesadaran diri tentang posisi, hak dan kewajiban dalam kehidupan. Lalu, ada yang bertanya posisi saya, hak dan kewajiban saya apa? Bertanyalah pada dirimu sendiri itulah jawaban untuk setiap orang, karena kadang kita lupa pada diri sendiri sehingga kita tidak tahu siapa diri ini, yang hidup dan menjalan kehidupan. Kesadaraan individu adalah yang nantinya akan terakumulasi dalam kesadaran universal, sebagaiamana Bu Marwah Daud, Kesuksesaan Indonesia adalah Akumulasi kesuksesaan individu manusia Indonesia.

Nasionalisme sering disebut sebagai pemersatu bangsa, namun bukan nasionalisme buta yang kita anut, tetapi nasionalisme kemanuasian yang menghapuskan penjajahan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Nasionalisme inilah yang membingkai kebhinekaan yang menunggal ika, gado-gado, Memahami dengan sungguh dan memperteguhkan posisi, jawa, Madura, melayu, bali, batak, bugis, papua, dayak, dan lainnya. Serta dalam komunitas agama harus benar-benar mendalami agama kepercayaan yang dianut, disitulah akan berpadu semangat kebhinekaan tunggal ika. Nusantara, Indonesia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *