Ibu, Kembali-lah!

Matahari pun belum muncul dari langit timur

Di sudut kota terlihat wanita sibuk mengatur

Anak-anak pun baru bangun dari kasur

Cucian berjajar rapi di samping sumur

Tercium bau sedap dari arah dapur

 

Keluarga mulai tak akur

Sebab rumah baru tergusur

Bukan karena salah ukur

Melainkan tak pernah diatur

 

Wanita dari penggalan puisi di atas biasa disebut dengan nama ibu. Sosok mulia yang di dalam dirinya terdapat keridhoan Allah. Namun, seberapa besar peran ibu di mata kita?

 

Sebelum membahas sosok mulia sang ibu alangkah baiknya kita mengetahui persiapan menjadi seorang ibu. Tak mudah memang menjadi seorang ibu, tetapi peran ibu harus tetap ada untuk melahirkan generasi putra-putri terbaik bangsa.

 

Banyak bekal yang harus disiapkan oleh calon seorang ibu. Ada tiga hal yang sangat penting untuk dikuasai ibu dalam mendidik anak kelak, yaitu ilmu, pedoman hidup, dan pengendalian diri.

 

Mungkinkah ketiga hal itu dapat tercapai oleh seorang ibu di zaman modern sekarang ini?

 

Melihat hasil survei dari Accenture yang menyatakan bahwa sekitar 42% wanita di Indonesia lebih memilih bekerja dibandingkan harus tinggal di rumah, meskipun tidak memiliki masalah keuangan. Hal tersebut sangat bertentangan dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Ahzab: 33 yang artinya:

 

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

 

Dari ayat di atas jelas bahwa wanita itu tempatnya di rumah bukan di luar rumah. Di Zaman sekarang, banyak wanita yang lebih suka pergi ke luar rumah. Beribu alasan mereka ajukan seperti untuk mengimplementasikan ilmu di masyarakat atau alasan bahwa wanita juga mempunyai hak yang sama dengan laki-laki.

Sebagai seorang anak tentu kita ingin mendapat kasih sayang dan pendidikan dari seorang ibu secara langsung. Ibu adalah madrasah pertama dan terbaik bagi anak-anaknya. Maka sudah saatnya seorang ibu ‘bekerja’ untuk anak-anaknya bukan untuk orang lain.

 

Ibu…

Kasih sayang yang engkau beri

Untuk anakmu ini

Tak kan pernah lari

Kan tersimpan di sini

 

Ibu, kembalilah!

Anakmu ini telah sabar menanti

Sampai terbit matahari pagi

Engkau ajari aku sebuah arti

Kasih sayang tak tertandingi

 

“Selamat Hari Ibu” dari anakmu ini


Agus Wibowo-Forum Negarawan Muda

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *