Memaknai dengan Bijak Gerak Revolusi Mental Indonesia

Oleh: Isna Laili Hikmah

Kata Revolusi Mental sangat erat kaitannya dengan tokoh dunia Karl Marx, sementara di Indonesia nama-nama yang kental dengan jargon ini adalah Soekarno dan tentunya Joko Widodo. Sejarah bergulir membawa pemaknaan yang berbeda-beda sesuai bentuk pola fikir yang dibawa oleh zamannya. Berbagai polemik mengenai gerakan Revolusi Mental di Indonesia menjadi hal baru yang kini tengah dihadapi terutama oleh kaum muda. Pemuda Indonesia perlu faham dengan jelas sejarah mengenai gerakan yang kini tengah dijadikan sebagai gerakan sosial perubahan bangsa menuju arah yang lebih baik.
Secara harfiah revolusi mental berasal dari dua suku kata yaitu “revolusi” dan “mental”. Revolusi berarti perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa mental bersangkutan dengan batin dan watak manusia, yg bukan bersifat badan atau tenaga. Sehingga jika diartikan secara segi bahasa “Revolusi Mental” adalah upaya untuk melakukan perubahan sosial dan kebudayaan secara cepat yang menyangkut dasar atau pokok kehidupan bermasyarakat dalam hal ini yang dimaksud adalah memperbaiki karakter manusia menjadi lebih baik.

Karl Marx dan Revolusi Mental Indonesia.
Dikenal dengan pemikiran-pemikirannya yang revolusioner, tokoh satu ini lahir di Trier, Prusia, 5 Mei 1818. Karl Marx disebut sebagai Bapak Sosialis-Komunis dunia. Pandangan Karl Marx mencetuskan paham Marxisme yaitu  paham yang bertujuan untuk memperjuangkan kaum Proletar untuk melawan kaum Borjuis. Teori Marxisme yang secara umum dipandang sebagai dasar ideologi komunisme dicetuskan dan dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engel sejak 150 tahun yang lalu sebagaimana dalam bukunya The Manifesto of the Communist Party yang di terbitkan pada tanggal 21 February 1845 merupakan sebuah manifesto politik mengenai teori komunis yang menekankan pada perjuangan kelas dan kesejahteraan ekonomi. Revolusi Mental yang gencar di suarakan oleh Marx lebih condong kepada perjuangannya membela kaum proletar dalam bidang ekonomi.
Pandangan Marx di nilai masyarakat dunia sebagai aliran ekstrim (aliran kiri) yang tidak berpijak pada nilai-nilai agama, Marx di nilai melakukan pencucian otak terhadap berbagai masyarakat untuk mengganti keseluruhan faham yang sudah ada dengan faham komunis yang sering di sebut juga sebagai Revolusi Mental. Sejarah inilah yang menjadikannya sebagai Bapak Komunis Dunia.
Indonesia mengalami pergantian presiden di tahun 2014 dengan presiden terpilih adalah Joko Widodo (Jokowi). Pada bulan ke-lima tepat tanggal 24 di tahun yang sama, salah satu materi kampanye Presiden terpilih yang paling banyak ditanggapi publik adalah usulan perlunya Revolusi Mental sebagai solusi penyelesaian berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini. Dalam sebuah acara di TV swasta, Jokowi mengatakan ingin mengubah mental orang Indonesia yang cenderung tidak percaya diri menghadapi dunia. Dia menjelaskan keinginannya untuk mentransformasi masyarakat, “Revolusi mental dari negativisme menuju positivisme”. Menurutnya, revolusi mental dapat memenuhi visi yang dia namakan “Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian” (Supelli dkk, 2015).
Untuk lebih memperkokoh kedaulatan, menigkatkan daya saing dan mempererat persatuan bangsa kita perlu melakukan revolusi mental” – JOKO WIDODO
Ungkapan Jokowi menjelaskan bahwa paham Revolusi Mental yang dipaparkan Karl Marx dengan dirinya berbeda. Menurut Jokowi Revolusi mental berarti warga Indonesia harus kembali mengenal dan menjalankan karakter orisinil bangsa Indonesia yang santun, berbudi pekerti dan bergotong royong.
Namun pada bulan Maret 2015, yang merupakan awal semester pemerintahan Jokowi memimpin Indonesia, banyak orang mempertanyakan kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi. Secara khusus, bahkan,sebagian mengungkapkan sinisme atas ide revolusi mental yang dicanangkan di masa kampanye. Salah satu saran yang mengemuka, yang terkait dengan bagaimana revolusi mental itu dilakukan, adalah dengan pemberian contoh oleh para pejabat. Pejabat, termasuk presiden, harus mampu memberi teladan baik kepada masyarakat. Mereka adalah figur yang menyebarkan inspirasi bagi orang lain. Bagaimana revolusi mental dapat menjadi jawaban atas segala masalah bangsa? Banyak pihak seperti tidak menemukan jawaban pada semester pertama pemerintahan Presiden Jokowi ini (Supelli dkk, 2015).

Soekarno Penggagas Revolusi Mental Indonesia
“Revolusi mental merupakan satu gerakan untuk mengggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala” -SOEKARNO-
Revolusi Mental pertama kali digunakan Presiden Soekarno tahun 1957 ketika revolusi nasional sedang berhenti. Gerakan itu ditujukan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. Soekarno memandang saat itu revolusi nasional Indonesia sedang “mandek” padahal tujuan revolusi belum tercapai.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan revolusi itu mandek, diantaranya:
1. Penurunan semangat dan jiwa revolusioner para pelaku revolusi baik rakyat maupun pemimpin nasional.
2. pemimpin politik masa itu masih mengidap penyakit warisan kolonial seperti “hollands denken” atau gaya berpikir penjajah Belanda.
3. Penyelewenangan di lapangan ekonomi, politik, dan kebudayaan.
Keadaan tersebut yang membuat presiden Soekarno dengan sigap mencetuskan gerakan Revolusi Mental kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia. Bagi Bung Karno, Revolusi Mental sebagai “gerakan hidup baru” yang bertujuan tidak hanya menanamkan rasa percaya diri pada diri sendiri dan kemampuan sendiri, tapi juga menanamkan optimisme dan daya kreatif di kalangan rakyat dalam menghadapi rintangan dan kesulitan-kesulitan bermasyarakat dan bernegara. Sebagian rintangan terhadap revolusi bersumber pada corak berpikir dan bertindak yang bertolak belakang dengan semangat kemajuan. Untuk itu diperlukan “Revolusi Mental” yang merupakan perombakan cara berpikir, cara kerja/ berjuang, dan cara hidup agar selaras dengan semangat kemajuan dan tuntutan revolusi nasional (Indonesia baik).
Tri Sakti Indonesia dan Revolusi Mental Korea
“Sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat perlu dan mutlak memiliki tiga hal, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan” -SOEKARNO-
Sebuah ide positif layak kita apresiasi, perlu adanya pemahaman mengenai Revolusi Mental kepada seluruh elemen masyarakat agar sinisme atas ide ini dapat berubah menjadi dukungan untuk sama-sama melakukan yang terbaik.
Konsep tri sakti yang di gaungkan oleh Bung Karno masih relevan dengan kondisi saat ini, dimana kondisi sebuah negara harus mampu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Dalam konteks revolusi mental, untuk mencapai arah bangsa sesuai konsep tri sakti adalah dengan melakukan gerakan sosial yang mampu merubah cara pandang rakyat menjadi lebih percaya diri, mampu mengubah mental pesimis dan berpikiran negatif irasional, menjadi optimis dan rasional positif.
Gerakan revolusi mental di Negara lain pernah terjadi sebelumnya yaitu di Korea. Korea  memulai gerakan revolusi mental ini sejak 1960 dengan konsep Saemul Undong, yakni pembangunan bangsa dari desa. Korea telah membuktikan bahwa mereka mampu berdikari dengan menjadikan dirinya sebagai negara industri. Korea sangat menjunjung tinggi nilai kesopan santunan serta mencintai produk dalam negeri. Negeri ini juga tak lupa terhadap kebudayaan yang ada, terbukti bahwa ditengah kemajuan teknologi yang sangat pesat warga korea tetap menjunjung tinggi kebudayaan negaranya.
Rezky Sookgi Kim (Direktur Korea Culture Center) dalam kompas (2014) menjelaskan bagaimana orang korea menciptakan kesuksesan dalam 20-30 tahun. Dia mengatakan bahwa hal pertama yang terpenting adalah pertama PENDIDIKAN, mereka mempunyai keinginan untuk belajar dan mengajar anak-anak. Kedua DEADLINE, mereka cenderung untuk menyelesaikan segala hal tepat waktu, jika sudah mempunyai deadline, orang korea biasanya menyelesaikan pekerjaan sebelum batas waktu yang sudah ditentukan, dan ketiga, HARD WORKING, mereka sangat mementingkan bekerja dari pagi sampai malam tiada henti. Mereka sangat menghargai orang yang rajin bekerja dibanding orang yang sering beristirahat.
Jika proses yang dilakukan Indonesia dalam melaksanakan Revolusi Mental dilakukan berdasarkan kesadaran bersama setiap warga negara,untuk bersama-sama merubah sifat mentalitas menjadi lebih baik, maka apa yang telah dicapai Korea pasti bisa dicapai oleh Negara kita. Ini hanya soal waktu dan skala. “Korea bisa lebih cepat karena penduduk kami hanya 50-an juta, sementara Indonesia sudah 250-an juta,namun, perencanaan langkah dan insentif yang tepat dari Pemerintah juga harus seiring sejalan dengan Revolusi Mental. “Pasti bisa!” Rezky Sookgi Kim (Direktur Korea Culture Center).
Jadilah orang cerdas dan berpengatahuan untuk kemajuan bangsa dan negara.

Daftar Pustaka
Supelli Karlina dkk. 2015. Revolusi Mental Sebagai Strategi Kebudayaan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015. Jakarta
Kemenko PMK. 2015. Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental. Kemenko PMK. Jakarta.
Direktorat Jenderal Informasi dan komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi RI. 2015.Government Public Relation (Topik Revolusi Mental). Direktorat Jenderal Informasi dan komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi RI.
Kompas. 2015. Revolusi Mental Ala korea. Di unduh dari (http://mmm.kompas.com/revolusi.mental.ala.korea/#) pada 12 februari 2016 pukul 22:03

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *