Mencari Pancasila yang Hilang

Oleh: Vemby.

Indonesia adalah sebuah negara yang besar, kita semua sadar akan hal itu. Memiliki keragaman yang sangat banyak, ribuan pulau yang terhampar luas, dengan sumber daya alam yang dapat menghidupi jutaan rakyatnya. Tak heran jika di masa lalu bahkan hingga saat ini, Indonesia menjadi incaran negara-negara besar di dunia. Oleh karena itulah diperlukan kekuatan besar dalam menjaga negara besar ini.

Sejak memperoleh kemerdekaan pada tahun 1945 silam, Indonesia telah mengalami kemajuan besar dalam mengubah negara ini menjadi negara impian bagi rakyatnya. Dengan dasar negara yang telah disepakati oleh para founding father, Indonesia mendasari setiap usahanya dalam mencapai tujuan sebuah negara dengan sila-sila tersebut. Namun saat ini Indonesia sedang dalam masa-masa sulit, kita dapat melihat saat ini rakyat lebih banyak mengkritik pemerintah dibandingkan mendukung atau mencoba memberi saran yang lebih baik. Semua sila yang telah dirancang dengan sangat teliti oleh founding father mulai kehilangan kekuatannya. Maka dimanakah letak “PANCASILA” yang merupakan dasar negara tersebut?

Sebelum Indonesia memasuki masa reformasi, rakyat berada dalam dua periode pemerintahan yang bertolak belakang sama sekali. Kita dapat melihat di zaman Soekarno, rakyat Indonesia memberikan support terbaiknya kepada pemerintah. Euforia kemerdekaan telah membangkitkan jiwa-jiwa nasionalisme di setiap daerah di Indonesia. Persatuan tercipta dimana-mana meski tantangan dan ujian persatuan terus melanda negara yang baru merdeka tersebut. Namun Indonesia tetap bergerak maju, menjadi sebuah negara yang dihormati dan disegani di mata dunia. Bahkan dapat dikatakan Indonesia mencapai masa kejayaannya ketika seluruh masyarakat bersatu mendukung pemerintah dalam melakukan kebijakan.

Di zaman Soeharto, Indonesia terus tumbuh dan Berjaya. Pembangunan besar-besaran dilakukan di setiap daerah untuk terus meningkatkan perekonomian nasional. Meski disaat yang sama pemerintahan diktator mulai berjalan di Indonesia, namun rakyat masih secara seimbang dapat menerima atau menolak setiap kebijakan pemerintah. Pelarangan untuk mengkritik pemerintah membawa dampak yang luas bagi Indonesia, masyarakat mulai tidak mempercayai negara, kejahatan bertebaran dimana-dimana, hingga tragedi berdarah bernama “REFORMASI” terjadi mengubah komposisi jalannya pemerintahan. Kita dapat melihat betapa dukungan masyarakat sangat berpengaruh bagi bangsa ini.

Pancasila, dasar negara Indonesia yang kemudian berubah menjadi ideologi negara, ideologi yang saat ini entah dimana letak kedudukannya. Pancasila telah menjadi simbol dari perpaduan keberagaman di Indonesia, mulai dari suku, agama, bahasa, adat, hukum, dan lainnya, semua bertujuan untuk mencapai Indonesia yang makmur dan sejahtera. Saat ini, Pancasila tengah bertarung melawan ideologi besar dunia, liberalisme dan komunisme, yang dulu telah mengalahkan ideologi-ideologi besar dunia lainnya. Lalu seberapa kuat Pancasila mampu menjadi dasar dan ideologi negara ini?

Pemakaian Pancasila sejak masa reformasi mulai terkikis secara perlahan. Masuknya arus globalisasi yang tak terbendung mengubah banyak tatanan negara dan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai Barat yang banyak bertolak belakang dengan nilai Pancasila telah menimbulkan banyak kontroversi dalam pengambilan kebijakan pemerintah. Usaha pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai negara impian bagi rakyatnya tak lagi mendapat perhatian bagi si objek itu sendiri. Maka penanaman kembali nilai-nilai Pancasila merupakan hal yang paling penting dilakukan untuk keadaan Indonesia saat ini.

Masyarakat Indonesia mulai kehilangan kepercayaannya terhadap pemerintah, sedikit banyak ini berpengaruh kepada setiap kebijakan pemerintah yang akan dijalankan. Kritikan demi kritikan dilontarkan kepada pemerintah mungkin telah membuat pemerintah bosan menjaga negara ini. Tak adanya dukungan dari masyarakat dan beratnya tantangan global membuat negara ini semakin berada dalam kekacauan. Setiap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat menyelesaikan masalah negara ini. Pancasila akan menjadi obat penawar bagi kekacauan yang ada.

Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan peradilan, serta keadilan bagi seluruh Indonesia. Bukankah sila-sila tersebut merupakan jalan menuju cita-cita Indonesia? Sebagai tongkat estafet kepemimpinan negara ini, para pemuda telah berjuang keras menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupannya sehari-hari. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah akan memberikan dorongan positif bagi pemuda calon pemimpin bangsa ini. Oleh karena itu, mari bersama-sama membangun negeri dan kembali tanamkan nilai-nilai Pancasila dalam diri kita masing-masing.

Foto: radiosmartfm.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *