Organisasi Kenegaraan

Oleh: Yulinda Dwi Komala.

“Good management is the art of making problems so interesting and their solutions so constructive that everyone wants to get to work and deal with them.”

― Paul Hawken

Indonesia merupakan sebuah negara yang besar dengan segala kelebihan-kelebihannya. Kekayaan sumberdaya alamnya, keberagaman budaya masyarakatnya, dan tokoh-tokoh sejarahnya yang telah mempengaruhi dunia sudah menjadi bagian dari cerita bangsa ini. Namun apalah arti kekayaan ini apabila tidak dijaga dan dimanfaatkan dengan baik.

Kebhinnekaan budaya, agama, nabati, dan hewani merupakan anugerah yang tidak ternilai bagi kita, namun keadaan ini pun dapat sekaligus menjadi ancaman jika pemerintah dan masyarakat Indonesia tidak mampu menjaganya. Oleh karenanya, kekayaan bangsa Indonesia menjadi suatu modal besar yang harus di pelihara dengan system yang mumpuni.

Manajemen yang baik oleh seorang pemimpin yang terpercaya menjadi kunci utama dari kemerdekaan bangsa yang sebenar-benarnya merdeka. Peristiwa kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 hanya akan menjadi peristiwa tak bermakna, apabila kita belum memaknainya dengan jiwa yang merdeka.

Mengingat usia bangsa yang semakin dewasa, yang diperlukan disini adalah pemimpin yang melayani, menginspirasi, dan memberikan keteladanan bagi seluruh rakyatnya. Seorang pemimpin bangsa seharusnya memiliki mimpi yang besar untuk kesejahteraan rakyatnya.

Saat ini pemimpin negara Indonesia adalah pemerintah yang menjadi kelompok eksekutif yang mengatur keberjalanan negara. Suara aspirasi rakyat berusaha didengarkan dengan system demokrasi yang dianut oleh Indonesia. Nilai-nilai dan praktek demokrasi sudah mengakar dalam masyarakat Indonesia, salah satunya adalah system pemilunya yang demokratis.

Namun sayangnya kita masih miskin dalam hal politisi-negarawan yang mengakibatkan hilangnya wisdom dari demokrasi itu sendiri. Perebutan kekuasaan anta relit politik semakin menonjol, dan agenda negara untuk mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat secara merata pun menjadi semakin menjadi jauh. Seorang pemimpin sudah sewajarnya berani ambil resiko demi orang lain.

Berani masuk kotoran, tapi tidak ikut menjadi kotor. Seperti seekor lele yang menikmati hidupnya di lingkungan kotor, dan bisa bertahan hidup dalam waktu yang lama. Begitupun seharusnya pemimpin, berani mengambil resiko untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia, banyak lahir tokoh-tokoh pemimpin bangsa yang dengan berani memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada saat itu, musuh bangsa berupa penjajah jelas di depan mata.

Visi misi pemimpin saat itu pun jelas untuk memperoleh kemerdekaan bangsa dan menghilangkan perlakuan bangsa penjajah terhadap rakyat Indonesia. Sejak pra-kemerdekaan masyarakat Indonesia sudah aktif dan mandiri. Kekuatan ini harus dijaga dan difasilitasi bersama oleh negara untuk menggerakkan rakyat. Disini tugas seorang pemimpin untuk memanajemen kekuatan dan kelemahan bangsa untuk mencipatakan perkembangan negara yang harmonis dan sinergis.

Secara umum, apabila negara dipandang sebagai organisasi terbesar di Indonesia, ada empat hal yang perlu seorang pemimpin manajemen dengan baik dalam suatu organisasi. Diantaranya yaitu waktu, uang, orang, dan administrasi. Waktu menjadi musuh terhadap setiap individu.

Waktu akan terus berjalan dengan kecepatan yang sama, dan tidak pernah bisa mundur. Kebermanfaatan sebuah waktu tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Begitupun seorang pemimpin negara. Usia negara terus bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Namun hal tersebut kembali lagi kepada bagaimana pemimpin negaranya dapat merencanakan untuk memanfaatkan waktu yang tersedia. Seperti kata pepatah, jika kita gagal merencanakan, berarti kita merencanakan kegagalan. Pemimpin di Indonesia yaitu seorang presiden dengan masa jabatan 5 tahun, dan seorang presiden pun hanya seorang manusia yang memiliki keterbatasan waktu hidup. Namun hal ini menjadi tantangan bagi seorang pemimpin untuk dapat memberikan makna yang berarti dengan keterbatasan waktu.

Yang kedua adalah uang. Karena zaman sekarang, sebuah barang atau jasa dapat dinilai dengan alat tukar berupa uang. Tidak lagi seperti system barter di zaman purba yang dapat menilai suatu barang atau jasa hanya dengan ditukar barang lainnya yang dianggap memiliki nilai yang sama.

Perekonomian butuh perencanaan yang jelas agar tidak terjadinya penyalahgunaan. Dengan tujuan agar terjadinya kestabilan ekonomi dan pemerataan tingkat ekonomi rakyat. Sesuai dengan fungsi ekonomi pemerintah menurut Adam Smith dalam pandangan ekonomi public, pemerintah memiliki fungsi ekonomi pokok, yaitu stabilisasi (stabilization), distribusi (distribution), dan alokasi (allocation).

Manajemen keuangan pemerintah yang buruk terlihat dari ketiga hal tersebut. Yaitu kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang lain, pendistribusian ekonomi rakyat, serta alokasi dana yang tepat terhadap barang public.

Yang ketiga yaitu orang atau anggota di dalam suatu negara, dalam hal ini adalah pemerintah dan rakyat. Negara Indonesia memiliki sumber daya manusia yang banyak dan unggul. Pelajar Indonesia banyak yang memenangkan perlombaan dengan skala internasional.

Bahkan cendekiawan Indonesia pun lebih dihargai di negara yang sudah maju. Namun sayangnya, kekayaan sumberdaya manusia ini belum sepenuhnya disyukuri oleh pemerintah Indonesia, dan kepentingan pribadi menjadi tujuan utama dari mayoritas pemerintah Indonesia.

Diproyeksikan pada tahun 2030, bangsa Indonesia akan menerima hadiah berupa ledakan pemuda. Dimana jumlah rakyat berusia 15-25 tahun di Indonesia akan berjumlah sangat banyak dengan semangat kepemudaannya. Namun hal ini kembali lagi kepada seorang pemimpin Indonesia untuk bagaimana memanfaatkan peristiwa tersebut dengan baik. Karena apabila tidak dimanajemen dengan baik, akan menimbulkan masalah yang lebih besar yaitu berupa ledakan pengangguran akibat tidak adanya pekerjaan.

Dan yang terakhir adalah administrasi. Negara akan terus tumbuh, namun seorang pemimpin memiliki waktu hidup yang terbatas. Sehingga perlu adanya system administrasi untuk menjaga cerita perkembangan Indonesia.

Dengan begitu, perkembangan ekonomi, sosial, politik, kesejahteraan dan kualitas penduduk, metode, strategi, serta detail kerja pemerintah pun dapat tercatat dengan baik. Hal tersebut untuk memudahkan kepengurusan pemerintah berikutnya agar dapat belajar dari kesalahan yang pernah terjadi sebelumnya sekaligus menjaga sejarah bangsa agar tidak dicemari oleh kepentingan politik.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *