Peluang dan Tantangan Pengembangan Startup Berbasis Pendidikan

Oleh : Endah Nursalehah.

Pembangunan berkelanjutan adalah sebuah proses dalam mencapai tujuan pembangunan manusia namun tetap memerhatikan kemampuan alam untuk terus menyediakan sumber daya dan ekosistem yang bergantung kepadanya perekonomian dan masyarakat. Saat ini negara-negara di dunia mengindikasikan bahwa pembangunan manusia dan ekonomi harus sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

Sedangkan ekonomi kreatif merupakan konsep dalam menciptakan nilai tambah berbasiskan ide yang lahir dari kreatifitas dan ilmu pengetahuan, termasuk kedalamnya warisan budaya dan teknologi. Dan wujud dari ekonomi kreatif adalah upaya dalam merealisasikan pembangunan yang berkelanjutan melalui kreatifitas.

Secara umum tiga misi utama pengembangan ekonomi kreatif yaitu : pertama, mengoptimalkan pengembangan dan pelestarian sumber daya lokal yang berdaya saing, dinamis, dan berkelanjutan. Kedua, mengembangkan industri kreatif yang berdaya saing, tumbuh, beragam, dan berkualitas. Dan ketiga, mengembangkan lingkungan yang kondustif yang mengatasnamakan kreativitas dalam pembangunan nasional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Sejarah mencatat konsep kreativitas dikembangkan sejak zaman pencerahan berlanjut ke zaman industrialisasi dan globalisasi. Namun pegembangan industri kreatif di Indonesia berawal pada tahun 2005 ditandai dengan pernyataan presiden pada saat itu, Susilo Bambang Yuhdoyono dalam pidato pembukaan INACRAFT 2005 mengatakan akan pentingnya pengembangan industri kerajinan dan kreativitas bangsa.

Adapun perkembangan industri kreatif pada saat ini berdasarkan pemetaan yang dilakukan Tim Studi Ekonomi Kreatif 2014 menghasilkan data bahwa dari skala 0-10 industri memiliki poin yang cukup besar yaitu 5,3 sedangkan poin terendah yaitu dari segi pembiayaan 3,5 poin.

Meskipun demikian dilihat dari sisi Produk Domestik Bruto industri kreatif Indonesia telah memberikan kontribusi sebesar 4,74% terhadap perekonomian Indonesia pada periode 2002-2006. Angka ini ternyata tidak jauh berbeda dengan negara-negara yang telah melakukan pemetaan terhadap sektor industri kreatif jika dibandingkan dengan Indonesia yang baru melakukan pemetaan setelahnya.

IT dan software merupakan sumberdaya yang intangible. Perkembangan sektor IT termasuk cepat karena sejalan dengan masuknya internet dan selular. Hal ini pula yang mengakibatkan perubahan perilaku masyarakat. Masyarakat mulai menyukai berbelanja, bersosialisasi, memilih pendidikan, mengisi waktu uang sekaligus mengekspresikan diri secara online. Dan dari segi pelaku bisnis, marketing dilakukan pula secara online dalam menjangkau pasar.

Akibat dari perubahan perilaku ini, maka produk IT dan software menjadi kebutuhan sehingga permintaan terhadap produk digital semakin meningkat. Dilihat dari segi pasar 63,2% dari penduduk Indonesia adalah anak-anak dan pemuda yang merupakan pasar yang besar karena sebagai pengguna sekaligus pelaku industri digital.

Menimbang pula data-data statistik yang dirilis mengenai penetrasi internet di Indonesia, menurut Internet world stats peringkat yang diduduki Indonesia yaitu ke-4 berada setelah Jepang, India dan Cina. Tentu hal ini merupakan suatu pembuktian bahwa Indonesia memiliki pasar yang besar.

Industri digital merupakan industri yang memiliki cukup tantangan saat ini. Misalnya dari segi infrastruktur pendukung, kebijakan penanaman modal, dan lingkungan yang dapat menumbuhkan pelaku lokal. Belum lagi dari segi biaya akses internet yang belum kompetitif, baik mobile maupun broadband harus dapat dijangkau oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dari berbagai kelas ekonomi. Dan masih lemahnya konten lokal dan masih di dominasi oleh pihak asing sehingga kedepannya konten lokal harus dapat melayani dan memenangkan pasar lokal.

Startup merujuk kepada arti suatu perusahaan yang belum lama berdiri dan sedang berada pada fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang sesuai. Adapun startup pendidikan sebagian besar dibangun karena permasalahan yang ada di ranah pendidikan dan solutif dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Beberapa saat yang lalu Bloomberg merilis data bahwa saat ini hanya baru ada lebih dari 40 startup yang berkecimpung di dunia pendidikan. Meskipun sektor pendidikan belum termasuk kedalam tiga sektor yang menggairahkan bagi investor, namun menurut Ambient Insight Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu top buyer ke-3 dari produk dan layanan Mobile learning pada tahun 2017 mendatang.

Berdasarkan informasi yang telah dipaparkan diatas maka dapat diketahui bahwa saat ini perkembangan industri kreatif sedang di dorong untuk tumbuh dan berkembang. Dan terdapat sebuah peluang untuk mengembangkan startup berbasis pendidikan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa peluang selalu beriringan dengan tantangan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *