Pendidikan Alternatif : Semangat Yutori Kyoiku ala Indonesia

Oleh : Dicky Adra Pratama

Kualitas SDM
Sumber Daya Manusia adalah faktor utama yang menentukan nasib suatu Negara. Dengan kata lain, suatu Negara disebut Maju atau Berkembang tergantung dari kualitas SDM nya. Pemerintah kita beberapa kali terlihat mencanangkan konsepsi yang diyakini dapat meningkatkan kualitas SDM. Tapi bila ditelisik lagi, sampai sejauh ini belum ada perubahaan besar yang terlihat pada SDM Indonesia. Maka dari itu harus ada standart priority dan rancangan strategis untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Rancangan itu harus dilancarkan melalui pendidikan.

Pendidikan
Salah satu aspek yang mendominasi dan menjadi dasar dalam menentukan kualitas SDM adalah pendidikan. Selama ini kita meyakini bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam kemajuan suatu bangsa. Baik atau buruknya pendidikan yang ada akan berdampak secara langsung dan spesifik terhadap kehidupan kita. Sejak lama pun para pakar pendidikan kita sudah mengusahakan untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan bangsa kita. Meskipun begitu, sampai sekarang bangsa Indonesia masih belum dapat dikatakan maju jika dibandingkan bangsa yang lainnya. Wajar saja bangsa kita ketinggalan jauh, halnya wajah pendidikan kita masih terlihat kaku dan abstrak. Pendidikan kita belum memiliki konsepsi yang jelas mengenai rumusan substansi pendidikan yang berorientasikan pada kemajuan bangsa dan peran pendidikan dalam memajukan bangsa. Indonesia masih berkutat pada kurikulum dengan 6 jam belajar dan dengan segudang mata pelajaran yang diberikan dalam satu waktu. Kecenderungan untuk mengajarkan semua hal yang dianggap penting ke dalam kurikulum pun muncul. Padahal, paradigma yang harus dibangun adalah meski semua mata pelajaran dirasa penting, pelajaran tersebut tidak boleh diajarkan semua. Sebab hal ini akan menjadikan anak didik terbebani dan pendidikan yang sudah diberikan akan menguap begitu saja.

Yutori Kyoiku

Indonesia harus mencontoh Jepang dalam urusan Pendidikan. Sebab, sejak 2002 lalu, Jepang benar-benar menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas SDM yang ada melalui pendidikan. Ini dibuktikan dengan “Yutori Kyoiku”. Dengan kurikulum ini, siswa akan lebih rileks dalam proses pembelajaran. Memotong 30 persen jam belajar dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar, mengeksplor banyak hal di luar kelas. Semangat Yutori Kyoiku Jepang ini menjadikan siswa lebih berkembang daya pikir dan nalarnya untuk menjadi mandiri, kritis, kreatif dan cerdas. Inilah yang belum dimiliki oleh Indonesia.

Bagi kita yang tidak memiliki kuasa untuk mengubah regulasi apalagi kurikulum pendidikan yang sudah ada, kita hanya dapat berusaha menjalankan alternatif pembelajaran dengan semangat “Yutori Kyoiku ala Indonesia”. Semangat untuk tetap berlandaskan pada aspek local wisdom yang ada sehingga selain alternatif pembelajaran yang kita bawa dapat meningkatkan kualitas SDM Indonesia dalam hal ini adalah siswa, cara yang kita tempuh akan dapat mudah diterima, bahkan mungkin akan didukung penuh oleh masyarakat Indonesia.

Semangat Yutori Kyoiku ala Indonesia ini dapat diwujudkan melalui gerakan pendidikan dengan konsep volunteerism dan yang juga memanfaatkan peran civil society seperti Indonesia Mengajar, Kelas Inspirasi, Rumah Inspirasi Bangsa PPB dan beberapa lagi. Gerakan ini mendapatkan sambutan baik di masyarakat dan seiring berjalannya waktu, gerakan ini diyakini dapat menjadi alternatif dari kejenuhan proses pendidikan dan pembelajaran kita saat ini. Sebagai pemuda, menjadi tugas kita untuk turun tangan memperluas gerakan ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *