Syarat Indonesia Menuju Pusat Peradaban Dunia

Oleh: Ferry Wirawan.

Kesalehan Sosial merupakan cara atau pola interaksi manusia yang satu berhubungan dengan manusia lainnya, apakah itu terhadap keluarga, teman, sahabat, atasan, bawahan dan orang yang baru dikenal ataupun orang yang memang hadir hanya sekian detik dalam kehidupan kita.

Bahasa Kesalehan Sosial sering juga dikenal dengan istilah Hablum Minannas (hubungan dengan manusia). Ini juga yang menjadikan alasan mengapa diciptakannya manusia yang begitu banyak dan berbeda pula antara satu sama lain –baik kekurangan maupun kelebihan– agar manusia selalu senantiasa beinteraksi dengan manusia lainnya sehingga dapat memahami arti dari sebuah perbedaan yang akhirnya akan saling melengkapi satu sama lain.

Lalu bagaimana Kesalehan Sosial masyarakat di Indonesia? Kita harus mengakui bahwa saat ini Indonesia benar-benar dalam posisi yang kurang sehat dalam hal Kesalehan Sosial. Di tingkat masyarakat saja bisa kita lihat dalam kegiatan sehari-hari, sebagai contoh dijalan raya yang selalu kita amati; melawan arus lalu lintas merupakan hal yang biasa, begitu pula dengan melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Hal ini dikuatkan lagi pada penegakan hukum di tingkat dasar, suap-menyuap antara pelanggar dan penegak hukum menjadikan Indonesia terlihat lemah dalam hal Kesalehan Sosial di tingkat masyarakat khususnya di jalan raya.

Kesalehan Sosial ditingkat para Pelajar bisa kita lihat melalui berita-berita di media massa tentang banyaknya Pelajar -khususnya di kota-kota Besar- yang melakukan tawauran antar sekolah, belum lagi masalah hal-hal tak wajar lainnya seperti bolos sekolah, merokok, miras dan narkoba serta pergaulan bebas.

Begitu juga dengan iklim Kesalehan Sosial ditingkat Pemerintahan. Mulai dari mark-up anggaran, suap menyuap, hingga permainan tender. Hal ini sejalan juga dengan penegakan hukum yang sangat abstrak di Indonesia. Inilah yang menjadikan posisi Indonesia dalam masalah Korupsi berada di posisi 107 (Sumber; Transparency International) yang artinya sangat jauh dari kata ‘negara bersih’.

Jika kita ingin melihat bagaimana kondisi Kesalehan Sosial negara ini sesungguhnya, silahkan beranggapan bahwa kita adalah seorang turis yang baru tiba di Indonesia. Selepas sampai Bandara kita akan menemui calo-calo yang memaksa kita untuk naik taksi ataupun angkutan apapun itu, yang mengagetkan adalah mereka melakukannya dengan paksaan.

Belum lagi setelah sampai di terminal kita akan lebih banyak menemukan pemaksaan mulai dari tukang ojek, bajai, taksi, angkot dan lainnya. Saat berada di angkutan umum pun kita masih merasa tak aman dari ancaman copet, hipnotis, jambret dan

sebagainya. Beginilah kira-kira gambaran Kesalehan Sosial masyarakat Indonesia, terutama di Ibukota.

Memang semuanya yang tergambar diatas bukan merupakan cerminan dari seluruh tindak tanduk insan Indonesia, namun kita tidak boleh memungkiri bahwa Kesalehan Sosial di negera kita memang sedang terganggu. Baik mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.

Maka jika Indonesia bercita-cita menjadi negara yang menjadi pusat peradaban dunia, kita harus bersiap merubah pola Kesalehan Sosial kita terlebih dahulu. Kita bisa memulai dari hal yang paling dekat dengan diri kita, seperi; keluarga, sahabat ataupun teman, tentunya dengan mnejadikan diri kita sebagai role model manusia Indonesia yang memiliki jiwa Kesalehan Sosial.

Kita bisa bayangkan jika Indonesia kedepannya memiliki penduduk yang mempunyai sifat-sifat Kesalehan Sosial yang tinggi. Dijalanan kita akan meilhat kondisi jalan raya yang tertib dan stabil.

Disekolah-sekolah kita akan melihat Pelajar sedang belajar bersungguh-sungguh dan jauh dari aktifitas premanisme. Di kalangan Pemerintah kita tidak menemukan lagi berita-berita yang biasa seperti kasus korupsi dan praktik kecurangan Pemerintah lainnya, melainkan kebijakan yang pro-rakyat dan prestasi prestasi pemerintah dalam membangun Indonesia akan selalu didengungkan di Media Massa Indonesia.

Banyangkan saja jika manusia Indonesia sudah memiliki karekter Kesalehan Sosial dalam dirinya. Maka tak heran jika seluruh pelosok Indonesia tak ada lagi jiwa yang kelaparan, rasa aman dimana-mana, displin dan tertib menjadi prinsip serta akan banyak orang yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Indonesia akan belum siap menjadi pusat peradaban dunia jika saja dalam hal Kesalehan Sosial masih minim. Saat ini Indonesia sangat membutuhkan karakter Kesalehan Sosial yang tinggi yang harus melekat pada jiwa setiap insan Indonesia. Karena diharapkan nantinya Indonesia bukan saja menjadi pusat peradaban dunia dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonomi, namun juga harus menjadi pusat peradaban dunia dalam hal Kesalehan Sosial. Semoga, Amin!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *